Pages

Friday, October 5, 2007


Al Fairus, Calon Masjid Termegah

  • Sudah Habiskan Rp 6 Miliar
  • Oleh Trias Purwadi

MESKI hingga sekarang bangunannya belum sempurna, Masjid Al Fairus Pekalongan sudah terlihat kemegahannya. Bangunannya kuat dengan marmer dan keramik. Karena itu, jika pembangunannya sudah selesai bisa jadi akan menjadi masjid termegah di Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad menyatakan kekagumannya atas bangunan masjid yang terletak Baros, Kecamatan Pekalongan Timur itu. Bahkan dia berharap, bangunan yang dibuat ala masjid Nabawi itu akan menjadi tanda lokasi Kota Pekalongan dengan beberapa menara tinggi.
''Masjid itu nantinya bisa menjadi tanda kota Batik bagi warga yang melintas di jalur Pantura,'' katanya.
Karena itu, Basyir dalam menghadiri acara takjil di masjid tersebut langsung menyerahkan bantuan kepada Ketua Yayasan Al Fairus HM Abdullah Machrus. Melihat pembangunan itu memerlukan dana besar dan manfaatkan begitu besar bagi Pekalongan, maka dia akan membantu lagi masjid itu pada anggaran tahun 2008.
HM Abdullah Machrus menjelaskan, masjid yang dibangun sejak tahun 2002 itu, sampai kini sudah menghabiskan dana Rp 6 miliar. Meski demikian, masjid ala Nabawi itu belum menampakkan kesempurnaannya.
''Untuk menyempurnakan pembangunan masjid di wilayah Baros Kecamatan Pekalongan Timur itu masih memerlukan Rp 3 miliar lagi,'' kata Bendahara PBNU tersebut.
Machrus menjelaskan, agar masjid itu seperti masjid Nabawi, maka bangunannya pun sengaja dibuat menyerupai masjid Medinah itu dengan ciri menara tinggi dan kamar mandi dan WC dibangun di bawah tanah.
Setiap sore selama Ramadan, Yayasan Al Fairus juga menyediakan takjil ala Medinah berupa minuman air zam-zam dan buah kurma. Bahkan dia siap melayani takjil bagi pemudik yang mampir di masjid itu menjelang maghrib.
Tidak itu saja, masjid juga sudah bisa dimanfaatkan untuk ibadah dan pemudik bisa memanfaatkan parkir yang cukup luas sebagai tempat peristirahatan. Untuk keperluan itu, dia sengaja mendirikan beberapa tenda peristirahatan dan beberapa halaman toko yang di lingkungan masjid itu istirahat pemudik.
''Silakan semua itu digunakan untuk istirahat pemudik. Ini memang disediakan untuk istirahat bagi pemudik,'' kata Machrus yang baru saja meraih juara harapan II Lomba keluarga sakinah tingkat nasional.(52)

Thursday, October 4, 2007

Masjid Al Fairus tempat mampir pemudik



Kamis, 04 Oktober 2007
MASJID Al Fairus, Baros, Kota Pekalongan yang dibangun bernuansa Masjid Nabawi di Madinah, siap menyambut pemudik Lebaran yang kebetulan melintas di jalur Pantura Pekalongan. Kenyamanan dan keramahan pengelola masjid diberikan bagi pemudik. Tempat beristirahat yang luas dengan berbagai fasilitas ala Madinah, menyapa pemudik. Belum lagi jamuan air zam-zam dan kurma asli dari Mekah, buat pemudik untuk berbuka juga disediakan.
Pendiri Yayaysan Al Fairus sekaligus pengusaha batik sutera H Abdullah Macrus, mengaku sejak bulan Ramadan, pihaknya menyuguhkan takjilan berupa air zam-zam dan kurma di Masjid Al Fairus ini.

’’Menu ini sengaja di­da­tangkan langsung dari negeri asalnya yakni Mekah dan Ma­dinah. Tidak mengherankan, jika setiap hari menjelang saat berbuka puasa, masjidnya se­lalu ramai pengunjung. Bah­kan Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad sempat kagum dengan suguhan itu. Sajian menu disuguhkan secara berbeda dan tidak terdapat di tempat-tempat lain yang melakukan kegiatan serupa. ’’Baru ada di masjid kami yang memberikan takjil buka puasa ber­sama dengan makan kurma dari Madinah dan air zam-zam asli Mekah. Semoga membawa ber­kah seperti menikmati takjilan di Masjid Nabawi Madinah,” katanya.

Sengaja mampir Oleh karena itu, tak heran jika para pemudik yang melintas banyak yang dengan sengaja mampir di masjid ini.  Agus Rian, dari Semarang misalnya, dia mengaku sengaja mampir untuk menikmati air zam-zam dan salat. ’’Saya terkesan meski pembangunan masjid belum rampung, namun nuansa Nabawi sudah terlihat,’’ katannya.

Ya, pembangunan baru sampai tahap 60 persen. Namun, masjid ini tampak besar kokoh dengan menara masjid menjulang tinggi mirip masjid kebanggaan di Madinah. ”Masjid ini bisa menjadi tanda jika pengguna jalan sudah sampai Pekalongan, soalnya lokasinya di pinggir jalan dan nampak mencolok,” katanya.

Masjid juga akan dilengkapi dengan ruko, perpustakaan, tempat pendidikan yakni berupa pondok pesantren. Keunikan lain dari Masjid Al Fairus, selain mirip Masjid Nabawi. Nuansa Timur Tengah juga dihadirkan di lingkungan masjid yakni dengan menanam pohon buah kurma. K-28-skh