Pages

Tuesday, August 25, 2009

Dijadikan Rest Area sampai Lebaran

 0
 0

LAHAN cukup luas di Masjid Al Fairus -yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah- berfungsi  sebagai lokasi rest area. Tidak hanya untuk para musyafir yang akan menunggu waktu buka puasa saja. 


Tapi juga disiapkan sampai pada saat arus mudik dan balik lebaran mendatang.

Lokasi di tengah-tengah jalur Pantura Kota Pekalongan membuat masjid di bawah naungan Yayasan Al Fairus tersebut sangat diminati oleh pengunjung luar daerah. Pasalnya, berada pada daerah titik lelah perjalanan Jakarta-Surabaya.

Seperti terlihat kemarin, menjelang waktu buka puasa, warga setempat dan pengunjung dari luar daerah yang mampir ke masjid itu terpesona dengan sajian dan nuansa bangunannya.

Tak hanya kagum dengan bangunan masjid yang hampir rampung pembangunannya. Tapi bangunan di depan masjid bertuliskan tempat wudlu pria dan wanita juga menarik perhatian.

Sebab, selain lokasi tempat wudlu di dalam masjid, di luar juga ada bangunan tempat wudlu cukup unik karena berada di bawah tanah.

”Masjidnya bagus, lahan cukup luas, jadi terlihat plong, trus ada tempat wudlu di bawah tanah juga,” kata Bambang, salah seorang pengunjung dari Batang.

Sengaja Disuguhkan

Menunggu detik-detik kumandang adzan magrib, pengunjung masjid telah duduk rapi di bagian depan dan di hadapan mereka terdapat buah kurma, air zam-zam, kolak pisang serta air mineral yang sengaja disuguhkan sebagai menu takjil pembatal puasa, sebelum mengikuti shalat maghrib berjamaah.

Ketua Takmir Masjid Al Fairus H Abdul Manan mengatakan, sejak beberapa tahun lalu pihaknya memang sudah menggelar takjil ala Nabawi, kemudian menjadikan lokasi sebagai rest area.

”Setiap hari memang di sini dijadikan tempat peristirahatan, tapi di bulan Ramadan kami memberikan sambutan berbeda untuk menghormati mereka yang akan berpuasa dan agar lebih meramaikan masjid sebagai tempat ibadah,” tandas dia.

Selain menyediakan takjil dan rest area bagi pengunjung, juga diselenggarakan pengajian rutin berkala.

”Di sini juga ada pengajian-pengajian membahas masalah agama,” kata Abdul Manan. (Nur Khaeruddin-47) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com

Saturday, August 22, 2009

Ramadhan Ala Nabawi Masjid Al-Fairus (1) Siapkan Takjil Kurma dan Zam-zam Asli


22 Agustus 2009

 0
 0
MARHABAN ya Ramadhan, mari kita ramaikan masjid untuk melakukan kegiatan ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu tempat ibadah yang bisa dijadikan acuan di Kota Pekalongan adalah Masjid Al Fairus.

Konsep bangunan masjid di Jalan Raya Pantura, Baros, Pekalongan Timur yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah tersebut, selama bulan Ramadan tak pernah absen untuk menyuguhkan nuansa asli Nabawi.

Ketua Yayasan Al Fairus H Abdullah Machrus mengatakan setiap Ramadan pihaknya menggelar kegiatan takjil menu buka puasa bagi pengunjung.

Tak tanggung-tanggung, karena mengangkat nuansa Timur Tengah, hidangan mengikuti tema, yakni buah kurma asli dari Madinah dan air zam-zam asli Makah.

Rencananya, Ramadan sekarang ini akan disediakan sekitar 40 galon air zam-zam dan 100 kg buah kurma. “Sebab tahun lalu kita habis sampai 30 galon, kemudian 100 kg kurma, walaupun tersisa dan ada yang dibagikan. Sekarang rencananya kami akan menambah pasokan tersebut,” katanya.

Nuansa Nabawi saat berbuka puasa tersebut sudah dilakukan takmir masjid setempat selama tiga tahun sampai sekarang. Tak hanya zam-zam dan kurma saja, menu khas tanah air juga disajikan sebagai pendamping yakni kolak serta minuman manis.

H Abdullah Machrus yang juga pemilik Batik Mahkota Agung menambahkan, sebelum datang bulan Ramadan, dia memesan air zam-zam dari Makah dan buah kurma dari Madinah.

“Karena tahun lalu kegiatan takjil di tempat kami ini sangat diminati, tahun ini banyak yang menjadi donatur untuk penyediaan zam-zam dan kurma asli. Insyaallah, semuanya dijamin asli, tidak ada campuran setetes pun,” tandas dia.

Untuk itu, dia mengharapkan warga atau musyafir yang kebetulan melintas saat waktu berbuka tiba, agar tidak ragu mampir lantaran semua menu disajikan dalam jumlah banyak dan siap menambah apabila terjadi kekurangan.

’’Insyaallah tidak akan kurang, kalau memang kurang saya tetap akan mengusahkan supaya didatangkan lagi. Kebetulan pengirimnya saya sudah kenal dan bisa mendatangkan kapan saja sesuai kebutuhan,’’ jelas Machrus.

Lebih lanjut dijelaskan, semua yang dilakukan oleh pihaknya dan takmir masjid semata-mata ibadah. (Nur Khaeruddin-52) (/)
Harian Suara merdeka