Pages

Friday, August 27, 2010

Menikmati Kurma dan Zamzam Langsung dari Arab

Djati Dharma
27/08/2010 15:33
Liputan6.com, Pekalongan: Kurma dan air zam-zam adalah menu berbuka puasa yang biasa bagi sejumlah umat Islam. Tapi bedanya di Masjid Al Fairus, Pekalongan, Jawa Tengah, warga menikmati ta'jil kurma dan zam-zam langsung didatangkan dari tanah Arab. Tapi ini cuma diberikan bagi warga selama Ramadan.

Masjid Al Fairus terletak di sepanjang jalur Pantai Utara Pekalongan. Masjid ini memiliki bentuk mirip dengan Masjid Nabawi, Arab Saudi. "Karena kami menginginkan supaya masyarakat Pekalongan yang belum pernah pergi ke Masjid Nabawi, biar tahu bahwa inilah duplikat nabawi," tutur Abdullah, pengurus Masjid Al Fairus, Jumat (27/8).

Menurut Abdullah, selain arsitektur masjid bagian lain yang mengadopsi Masjid Nabawi adalah bagian kubah dan menaranya. Bentuk kecintaan terhadap Masjid Nabawi juga menjadi alasan lain gaya masjid ini dibentuk.(AIS)

Tuesday, August 17, 2010

Menikmati Takjil Ala Timur Tengah di Masjid Pekalongan

Selasa, 17/08/2010 14:07 WIB
Dani Wisnu - detikRamadan


Pekalongan - Petang itu seperti biasa ratusan orang memadati Masjid Al Fairus Pekalongan. Mereka tekun menyimak pengajian. Menjelang maghrib takjil dibagikan kepada jamaah. Hmm takjilnya sangat khas Timur Tengah, yakni kurma dan air zam-zam.

Pemandangan itu terlihat setiap petang selama Ramadan di Masjid Al Fairus, Jalan Raya Baros, Pekalongan, Jawa Tengah. Kurma yang disajikan didatangkan langsung dari Madinah. Sedangkan air zam-zamnya asli dari Makkah.

Yayasan Al Fairus yang dipimpin H Abdullah Machrus sengaja membangun masjid dengan meniru konsep bangunan Masjid Nabawi di Madinah. Gagasan itu didapat kala menunaikan ibadah haji di Tanah Suci serta berkesempatan salat di Masjid Nabawi. Persis awal tahun 2002, di Jalur Pantura Baros, Pekalongan dibangunlah masjid seluas 1600 meter persegi itu.

Masjid yang terletak di jalur pantura, bersebelahan dengan terminal bus Kota Pekalongan itu memiliki toilet dan tempat wudhu yang berada di bawah tanah. Konstruksi semacam itu merupakan ciri khas Masjid Timur Tengah.

Suasana Timur Tengah semakin terasa dengan hadirnya sajian buka puasa dari negara-negara Arab. Hal itu sangat berbeda dengan masjid lain yang biasanya memberikan takjil berupa kolak dan minuman manis lainnya.

"Saya mengumumkan kepada warga sini, silakan menikmati takjil di Masjid Al Fairus. Berapapun banyaknya warga yang datang akan dilayani. Ini sudah niat kita untuk bersedakah," tutur takmir masjid, Abdullah Machrus.

( vit / vit )