Di tempat itu takmir masjid bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) setempat membuka pesta kuliner.
Menu-menu khas Kota Pekalongan, mulai nasi megono, soto dan sebagainya akan disiapkan para pedagang di sekitar tempat rest area Masjid Al Fairus. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan makan bagi pemudik, sekaligus mengenal kuliner khas daerah.
Ketua Takmir Masjid H Abdul Manan menyebutkan, keberadaan masjid di bawah naungan Yayasan Al Fairus dengan lahan sangat luas serta berada di jalur Pantura Jakarta-Surabaya, membuat pihaknya berinisiatif untuk membuka rest area menjamu para pemudik yang kelelahan.
”Sejak dua tahun terakhir, kami membuka rest area di sini, tahun kemarin antusiasme pemudik untuk beristirahat di masjid sangat tinggi, sebab lahan yang luas membuat mereka leluasa dalam parkir, kemudian saat istirahat tidak mengganggu kegiatan ibadah,” katanya.
Kemudahan
Tak hanya itu keberadaan tempat wudlu dan persediaan air dengan lokasi bawah tanah di luar masjid juga memberikan kemudahan bagi pemudik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Melihat antusias pemudik tersebut,
Ketua Yayasan Al Fairus H Abdullah Machrus menambahkan, pihaknya tahun ini mencoba menggandeng Disperindagkop untuk membuka pesta kuliner.
”Alhamdulillah sambutannya bagus sekali dan kami dipinjami beberapa tenda pedagang makanan. Sekarang ini pemudik sudah mulai berdatangan dan mereka bisa menikmati pesta kuliner serta suasana nyaman di Masjid Al Fairus,” tambah dia.
Lebih lanjut dijelaskan, selain pesta kuliner, di rest area tersebut juga disediakan pijat batu giok, kemudian toko-toko penjual berbagai busana muslim serta lainnya juga telah siap menyambut pemudik. (Nur Khaeruddin-52) (/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com


