0
0
0
MARHABAN
ya Ramadhan, mari kita ramaikan masjid untuk melakukan kegiatan ibadah
mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu tempat ibadah yang bisa
dijadikan acuan di Kota Pekalongan adalah Masjid Al Fairus.
Konsep bangunan masjid di Jalan Raya Pantura, Baros, Pekalongan Timur
yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah tersebut, selama bulan Ramadan
tak pernah absen untuk menyuguhkan nuansa asli Nabawi.
Ketua Yayasan Al Fairus H Abdullah Machrus mengatakan setiap Ramadan
pihaknya menggelar kegiatan takjil menu buka puasa bagi pengunjung.
Tak tanggung-tanggung, karena mengangkat nuansa Timur Tengah, hidangan
mengikuti tema, yakni buah kurma asli dari Madinah dan air zam-zam asli
Makah.
Rencananya, Ramadan sekarang ini akan disediakan sekitar 40 galon air
zam-zam dan 100 kg buah kurma. “Sebab tahun lalu kita habis sampai 30
galon, kemudian 100 kg kurma, walaupun tersisa dan ada yang dibagikan.
Sekarang rencananya kami akan menambah pasokan tersebut,” katanya.
Nuansa Nabawi saat berbuka puasa tersebut sudah dilakukan takmir masjid
setempat selama tiga tahun sampai sekarang. Tak hanya zam-zam dan kurma
saja, menu khas tanah air juga disajikan sebagai pendamping yakni kolak
serta minuman manis.
H Abdullah Machrus yang juga pemilik Batik Mahkota Agung menambahkan,
sebelum datang bulan Ramadan, dia memesan air zam-zam dari Makah dan
buah kurma dari Madinah.
“Karena tahun lalu kegiatan takjil di tempat kami ini sangat diminati,
tahun ini banyak yang menjadi donatur untuk penyediaan zam-zam dan
kurma asli. Insyaallah, semuanya dijamin asli, tidak ada campuran
setetes pun,” tandas dia.
Untuk itu, dia mengharapkan warga atau musyafir yang kebetulan melintas
saat waktu berbuka tiba, agar tidak ragu mampir lantaran semua menu
disajikan dalam jumlah banyak dan siap menambah apabila terjadi
kekurangan.
’’Insyaallah tidak akan kurang, kalau memang kurang saya tetap akan
mengusahkan supaya didatangkan lagi. Kebetulan pengirimnya saya sudah
kenal dan bisa mendatangkan kapan saja sesuai kebutuhan,’’ jelas
Machrus.
Lebih lanjut dijelaskan, semua yang dilakukan oleh pihaknya dan takmir masjid semata-mata ibadah. (Nur Khaeruddin-52) (/)
Harian Suara merdeka


No comments:
Post a Comment