Selasa, 17/08/2010 14:07 WIB
Pekalongan
- Petang itu seperti biasa ratusan orang memadati Masjid Al Fairus
Pekalongan. Mereka tekun menyimak pengajian. Menjelang maghrib takjil
dibagikan kepada jamaah. Hmm takjilnya sangat khas Timur Tengah, yakni
kurma dan air zam-zam.
Pemandangan itu terlihat setiap petang
selama Ramadan di Masjid Al Fairus, Jalan Raya Baros, Pekalongan, Jawa
Tengah. Kurma yang disajikan didatangkan langsung dari Madinah.
Sedangkan air zam-zamnya asli dari Makkah.
Yayasan Al Fairus
yang dipimpin H Abdullah Machrus sengaja membangun masjid dengan meniru
konsep bangunan Masjid Nabawi di Madinah. Gagasan itu didapat kala
menunaikan ibadah haji di Tanah Suci serta berkesempatan salat di
Masjid Nabawi. Persis awal tahun 2002, di Jalur Pantura Baros,
Pekalongan dibangunlah masjid seluas 1600 meter persegi itu.
Masjid
yang terletak di jalur pantura, bersebelahan dengan terminal bus Kota
Pekalongan itu memiliki toilet dan tempat wudhu yang berada di bawah
tanah. Konstruksi semacam itu merupakan ciri khas Masjid Timur Tengah.
Suasana
Timur Tengah semakin terasa dengan hadirnya sajian buka puasa dari
negara-negara Arab. Hal itu sangat berbeda dengan masjid lain yang
biasanya memberikan takjil berupa kolak dan minuman manis lainnya.
"Saya
mengumumkan kepada warga sini, silakan menikmati takjil di Masjid Al
Fairus. Berapapun banyaknya warga yang datang akan dilayani. Ini sudah
niat kita untuk bersedakah," tutur takmir masjid, Abdullah Machrus.
( vit / vit )
No comments:
Post a Comment